Postingan

La Malukka Daeng Mallura Arung Bulu

Gambar
La Malukka Daeng Mallura Arung Bulu Menurut AnreGurutta AR Petta Gessa, Tonra ada beberapa akkarungeng yaitu arung tonra wilayahnya desa Samaenre sampai libureng, arung galung wilayahnya mungkin daerah Rappa, arung Bulu wilayahnya daerah bulu bulu, arung gareccing, arung ujung daerah ujungnge dan sekitarnya, arung paccing wilayahnya paccing. La Malukka adalah anak dari La Uttang Petta Palisoe dengan isteri Becce Tau Deceng, bapak dari La Palantei Petta Teppo Arung Tonra. Setelah pelengseran Petta Palisoe oleh La Pawawoi Karaeng Sigeri dan digantikan oleh La Muhammad, situasi daerah Tonra dan sekitarnya menjadi kacau, anak dari Petta Palisoe tdk menerima pelengseran tersebut. Berdasarkan cerita orang tua secara turun temurun, La Malukka dengan orang orangnya membuat kekacauan di daerah Bulu Masalle, setiap orang yang melintasi daerah tersebut akan di hadang, kemudian Petta Palisoe melakukan hal yang sama di daerah Maros. Kekacauan ini membuat Puatta La Pawawoi Karaeng Sigeri...

La Uttang bin I Lacce Arung Tonra

Gambar
La Uttang Arung Tonra Dalam Lontara Akkarungeng ri Bone pada Bab LA TEMMASSONGE TO APPAWELING ARUNG BARINGENG SULTAN ABDUL RAZAK JALALUDDIN dikatakan bahwa La temmasonge menikah dengan We Kasse Sitti Sapiya Besse Timurung Arung Jampu (anak Arung Letta), lahirlah : We Balele Daeng Maretti Datu Ulaweng, kemudian kawin dengan I Lacce Arung Gona (anak Ukka Daeng PabbukkajuE Datu Ulaweng dengan I Juddiri Pallampa Karaeng Gantarang), lahirlah : La Mappesabbi Datu Ulaweng, La Naco Arung Bulu Tana Dulung Awang Tangka, La Mallaraeng Datu Sailong,  La Mappammamirig Arg Gona, La Tippe Arung Gona, I Yubba Datu Ulaweng, La Otte Petta Namasei Buaja. Kemudian I Lacce menikah dengan I Yubba Daeng Maretti melahirkan : La Hampang daeng paware Arung Labuaja, La Uttang Arung Tonra dan La Page Arung Lagusi Kemudian La Temmasonge kemudian menikah We Mommo Sitti Aisyah kemudian melahirkan We Hamidah Daeng Mattammeng Petta MatowaE Arung Lapanning Karaeng Takalara, dan We Hamidah kawin dengan :...

Pangulu Rekko Kalenna

Gambar
Suatu ketika Petta Longi, Andi Patenreng bercerita tentang perseteruan La Palantei Arung Tonra dengan La Mappanyukki Raja Bone yg didampingi Ade Pitue diantaranya Arung Ta, Petta Longi adalah saksi mata kejadian tersebut, Petta Longi adalah joki Petta Mappanyukki ketika lomba pacuan kuda. Singkat cerita dalam perseteruan tersebut, berkomentarlah Arung Ta, "woh, woh, La Palantei alenami naseng Ruane di tanah Bone, kemudian Petta Mappanyukki juga berkomentar, La Palantei Arung Tonra wijanna Tau mewae. Jadi pertanyaan apa maksud dari perkataan Petta Mapanyukki tentang Arung Tonra tersebut? Makanya kami mencoba menelusuri Siapa sebenarnya nenek moyang Andi Palantei, kenapa dikatakan sebagai wijanna tau mewae. Dari penelusuran stambon, kita dapatkan bahwa Andi Palantei ini adalah turunan dari I Lannaco Dulung Awang Tangka, jadi kerajaan bone ada 2 dulung yaitu Dulung Awang Tangka dan Dulung Ajangngale. Dulung Awang Tangka adalah panglima perang yg membawahi seluruh daerah Bone Selatan....

La Uttang Petta Palisoe Arung Tonra

Gambar
Lauttang Petta Palisoe, adalah arung tonra setelah La Simpala, Beliau di lantik menjadi Arung Tonra di akhir era pemerintahan Puatta We Tenriawaru Pancaitana Besse Kajuara.  Ketika La Simpala meninggalkan akkarungengnge di tonra akibat pertikain di daerah sengkang, terjadi kekosongan akkarungengnge di Tonra sehingga Petta Palisoe di dapuk untuk menggantikannya.  La Uttang Petta Palisoe adalah anak dari La Masulili Petta Pagiling Arung Ujung dengan perkawinan dengan sepupunya I Cella Tonra, dan I Cella Tonra adalah anak dari La Mappesabbi Datu Ulaweng.  Nasab dari La Uttang bersambung dengan La Patau Matanna Tikka Matinroe ri Nagaulung raja Bone ke 16 (1696 - 1714) melalui buyutnya I Lacce Arung Gona, sebagaimana yang terdapat dalam Lontara Attoriolong dan berbagai stamboon bahwa I Lacce Arung Gona mempunyai isteri I Balele Daeng Maretti Datu Ulaweng yang merupakan anak dari La Temmasonge to Appewaling Raja Bone ke 22 dengan isterinya Safia Arung Letta Tanah....

La Mappa Karaeng Rappocini Arung Tonra

Gambar
La Mappa Karaeng Rappocini Arung Tonra, adalah Raja di daerah Tonra, sebuah daerah di Kabupaten Bone, tepatnya di bagian Bone Selatan.  La Mappa Arung Tonra Karaeng Rappocini dalam Perang Makassar berpihak kepada Kerajaan Gowa, dan turut bertempur bersama pasukan Gowa ketika terjadi perang Makassar, perang antara Kerajaan Gowa Melawan Kerajaan Bone dengan sekutunya Belanda.  Diceritakan dalam sejarah bahwa Kerajaan Gowa mampu dikalahkan oleh kerajaan Bone dengan bantuan Belanda, sehingga terjadilah perjanjian Bungaya dan perjanjian ini sangat merugikan Kerajaan Gowa. Para pembesar Kerajaan Gowa tidak menerima isi perjanjian tersebut sehingga banyak meninggalkan Kerajaan Gowa dan melanjutkan medan pertempuran dengan Belanda di Tanah Jawa.  Perjuangan Karaeng Galesong dan kawan kawan berlanjut ke tanah Jawa. Karaeng Galesong melakukan ekspedisi ke Pulau Jawa untuk membantu perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa (Sultan Banten) dan Raden Trunojoyo (Panembahan Maduretn...

Cerita Perantau Bugis

Gambar
Sejarah Lagoa, tidak ada yang tidak kenal, pendekar dari tanah Bugis yang bernama asli Labuang dg Passore, putra dari seorang panglima Perang Bone. Lagoa, adalah tokoh asli pendekar dengan kemampuan “mamenca’” (pencak silat) yang unggul dan kemudian merantau di Tanjung Priok pada masa pasca kemerdekaan dan mewarnai kehidupan keras tanah Betawi hingga akhir hayatnya. Di masanya, Lagoa sangat tersohor sehingga sampai kini namanya diabadikan menjadi nama salah satu jalan di kawasan Jakarta Utara. Tokoh bugis yang lain di daerah Karangngantu yaitu Haji Rahimum, beliau adalah tokoh yang sangat disegani di daerah kampung bugis karangngantu, beliau memulai kiprahnya di rantauan di tanjung priuk kemudian bergeser ke daerah Banten ke daerah pelabuhan Karangngantu, beliau adalah pengusaha kayu yang cukup berhasil. Kami sempat menjumpai beliau di akhir hidupnya dan bercerita bahwa perantau perantau yang mendiami daerah pesisir kawasan jakarta utara sampai banten, mereka mengenal tokoh...

Sanggara Peppe dan Badik

Gambar
Jika anda berkunjung atau traveling ke daerah-daerah Sulawesi salah satunya Kota Makassar sanggara pepe ini banyak dijajakan, karena cemilan ini menjadi salah satu kuliner camilan khas Sulawesi yang banyak digemari. Sanggara peppe jika diartikan berarti pisang goreng geprek, makanan ini terbuat dari buah pisang yang belum matang namun setelah diolah dan disajikan dengan sambal kemangi dijamin camilan yang satu ini bakal bikin ketagihan. Sanggara peppe digemari karena secara dzahir memang enak, tanpa adanya embel embel mistis didalamnya, apalagi kalau dicelup dengan sambal terasi luar biasa enaknya. Enaknya tidak butuh pembenaran dan penjelasan, sesuatu yang masuk di tenggorokan adalah penjelasan hakekatnya. Lain cerita ketika kita bicara tentang badik, aroma mistis sangat kental didalamnya. Setiap orang mempunyai penjelasan dan tafsir yang berhubungan dengan badik tersebut. Badik adalah pisau panjang dengan bentuk khas yang dikembangkan oleh masyarakat dari Sulawesi. Badik ...